Sabtu, 14 Desember 2013

makalah makkiyah dan madaniyyahh

PEMBAHASAN
A.     Pengertian Makkiyah dan Madaniyyah
Kata  al – makki berasal dari kata “ Mekkah “ dan al – madani berasal dari kata “ Madinah “. Kedua kata tersebut telah dimasuki “ ya “ nisbah sehingga menjadi al – makkiy atau al – makkiyah dan al – madaniy atau al – madaniyah. Secara harfiah maka surat makki atau al – makkiyah berarti “ yang bersifat mekkah “ atau yang berasal dari Mekkah . Jadi pengertian surat Makki adalah yang pertama, surah yang turun sebelum hijrah meskipun bukan di Mekkah. Yang kedua surah yang turun di Mekkah dan sekitarnya. Dan yang ketiga yakni surah yang di dalamnya terdapat seruan untuk penduduk mekkah.
Sedangkan al – madaniy atau al – madaniyyah berarti yang bersifat Madinah atau yang berasal dari Madinah.Maka ayat atau surah yang turun di Mekkah disebut dengan Al – Makkiyyah dan yang diturunkan di Madinah disebut Al – Madaniyyah. Jadi pengertian surah Madani adalah yang pertama, surah yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun bukan di Madinah. Kedua surah yang turun di Madina dan sekitarnya. Dan yang terakhir adalah surah yang di dalamnya terdapat seruan untuk orang Madinah.1[1]
Para sarjana muslim mengemukakan ada 4 perspektif dalam mendefinisikan terminologi Makkiyyah dan Madaniyyah. Keempat perspektif itu adalah : masa turun ( zaman an – nuzul ), tempat turun ( makan an – nuzul ), objek pembicaraan ( mukhathab ) dan tema pembicaraan ( maudu’ ).2
Dari perpektif masa turun, mereka mendefinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut :




            Artinya :
“ Makkiyyah ialah ayat – ayat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Mekkah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat – ayat yang turun sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Madinah. Ayat – ayat yang turun setelah peristiwa hijrah disebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah”.3


            Dari perpektif tempat turun, mereka mendefinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut :




Artinya :
Makkiyah ialah ayat – ayat yang turun di Mekkah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah, dan Hudaibiyyah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat – ayat yang turun di Madina dan sekitarnya, seperti Uhud, Quba’,dan Sul’a.”4
Dari perspektif objek pembicaraan, mereka mendefinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut :



Artinya :
Makkiyyah dalah ayat – ayat yang menjadi khitab bagi  orang – orang Mekkah. Sedangkan Madaniyyah adalah ayat – ayat yang menjadi khitab bagi orang – orang Madinah.”5
B.      Klasifikasi surat – surat Al – Quran
Terdapat berbagai pendapat dari para ahli dalam menetapkan surat-surat makkiyah maupun surat-surat madaniyah. Perselisihan pendapat ini pada dasarnya disebabkan oleh berbagai asumsi dari para ulama’ itu sendiri. Sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah surat Makkiyah ada 85 surat, sedangkan yang madaniyah ada 28 (Muhammad ibn Nu’man ibn Basyir dalam Fihrist).6
Ada pula yang berpendapat bahwa jumlah surat Makkiyah ada 86 surat, sedangkan surat Madaniyah ada 28 surat (Al-Quran edisi standar Mesir/ Kronologi Mesir.7
Sedangkan Ibnu al-Hashshar berpendapat bahwa surat Makkiyah ada 82 surat, surat Madaniyah ada 20 Surat, sedangkan 12 surat lainnya diperselisihkan. Berikut akan kami paparkan sebagian perinciannya:
Surat Madaniyah
1.      Al-Baqarah                 11.  Al-Hujurat           
2.      Ali Imran                     12.  Al-Hadid
3.      An-Nisa’                      13.  Al-Mujadalah
4.      Al-Ma’idah                  14.  Al-Hasyar
5.      Al-Anfal                       15.  Al-Mumtahanah
6.      At-Taubat                    16.  Al-Jum’ah
7.      An-Nur                        17.  Al-Munafiqin
8.      Al-Ahzab                     18.  At-Thalaq
9.      Muhammad                 19.  At-Tahrim
10.  Al-Fath                        20.  An-Nashr

Surat yang Diperselisihkan
1.      Al-Fatihah                   7.   Al-Qadar
2.      Ar-Rad                       8.   Al-Bayyinah
3.      Ar-Rahman                 9.   Az-Zilzalah
4.      Ash-Shaf                    10.Al-Ikhlash
5.      At-Taghabun              11.Al-Falaq
6.      At-Tathfif                    12.An-Nas.8

Perbedaan pendapat para ulama’ tersebut dikarenakan macam-macam status surat Makkiyah dan Madaniyah itu sendiri. Maka, surat Alquran itu terbagi menjadi empat macam, antara lain:
1.      Surat-Surat Makkiyah Murni
Ialah Surat-Surat Makkiyah yang seluruh ayatnya juga berstatus Makkiyah. Jumlah surat-surat ini adalah 58 surat,  yang berisi 2.074 ayat.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah surat Al-Fatihah, Yunus, Ar-Ra’du, Al-Anbiya, Al-Mu’minun, An-Naml, Shaad, Fathir, dan surat-surat pendek pada juz 30 (kecuali surat An-Nashr).
2.      Surat-Surat Madaniyah Murni
Ialah Surat-Surat Madaniyah yang seluruh ayatnya juga berstatus Madaniyah.
           Jumlah surat-surat ini adalah 18 surat,  yang berisi 737 ayat.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah surat Ali Imran, An-Nisa, An-Nur, Al-Ahzab, Al-Hujurat, Al-Mumtahanah, Az-Zalzalah, dan sebagainya.
3.      Surat-Surat Makkiyah yang Berisi Ayat Madaniyah
Ialah Surat-Surat Madaniyah yang sebetulnya kebanyakan ayatnya adalah Makkiyah, sehingga berstatus Makkiyah, tetapi didalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus Madaniyah. Jumlah surat-surat ini adalah 32 surat,  yang berisi 2699 ayat.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah surat Al-An’am, Al-A’raf, Hud, Yusuf, Ibrahim, Al-Furqan, Az-Zumar, Asy-Syura, Al-Waqi’ah, dan sebagainya.




4.      Surat-Surat Madaniyah yang Berisi Ayat Makkiyah
Ialah Surat-Surat yang kebanyakan ayatnya berstatus Madaniyah. Jumlah surat-surat ini adalah 6 surat,  yang berisi 726 ayat.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah surat Al-Baqarah, Al-MAidah, Al-Anfal, At-Taubah, Al-Hajju, dan surat Muhammad atau surat Al-Qital.9

C.      Ciri – ciri khas ayat Makkiyyah dan Madaniiyah
1.      Makkiyyah
a.      Di dalamnya terdapat ayat sajdah;
b.      Ayat – ayatnya dimulai dengan kata “Kalla”;
c.       Dimulai dengan ungkapan “ya ayyuha an – nas” dan tidak ada ayat yang dimulai dengan ungkapan “ ya ayyha Al – Ladzina “,kecuali dalm surat Al-Hajj [22], karena di penghujung surat itu terdapat sebuah ayat yang dimulai dengan ungkapan “ ya ayyuha Al – ladzina “;
d.      Ayat – ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat – umat terdahulu;
e.      Ayat – ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Iblis, kecuali surat Al- Baqaah [2];
f.        Ayat – ayatny dimulai dengan huruf – huruf terpotong ( huruf at-tahajj ) seperti alif lam mim dan sebagainya, kecuali surat Al – Baqarah [2] dan Ali Imran [3].10


2.      Madaniyyah
a.      Mengandung ketentuan – ketentuan faraid dan had;
b.      Mengandung sindiran – sindiran terhadap kaum munafik, kecuali surat Al-Ankabut [29];
c.       Mengandung uraian tentang perdebatan dengan Ahli Kitabin.11
D.     Kegunaan Mempelajari/Mengetahui Makkiyyah dan Madaniyyah
1.      Mengetahui ayat-ayat yang dinasikh (dihapus atau diganti) maupun yang menasakhkannya.
Dengan mengetahui ayat nasikh mansukh, kita dapat memastikan kejelasan dari suatu hukum yang diterangkan oleh 2 ayat yang saling bertentangan. Oleh sebab itu, haruslah diperjelas mana ayat yang turun terlebih dahulu (Makkiyah), sehingga mungkin ayat itulah yang dihapus atau diganti hukumnya dengan ayat yang turun kemudian (Madaniyah).
2.      Membantu dalam menafsirkan al-Quran.
Dengan mengetahui tempat turunnya suatu ayat, kita dapat memahami ayat tersebut sesuai dengan konteks dan arti yang ada, serta isyarat-isyarat yang dikemukakan.

3.      Mengetahui sejarah pembentukan hukum/ sejarah pensyariatan hukum-hukum Islam (tarikh at-tasyri’) serta hikmahnya (hikmatul tasyri’).
Dengan ilmu Makky dan Madani, tarikh tasyri’ yang sangat bijaksana dalam penetapan peraturan-peraturan Islam secara bertahap, dapat diketahui dan dipahami, mengapa suatu hukum dapat disyariatkan secara demikian. Kita juga bisa memahami hikmah dari syariat tersebut.
4.      Pemanfaatan terhadap gaya bahasa al-quran dalam mengajak kepada jalan Allah SWT.
Surat Makkiyah ditujukan kepada orang-orang kafir Quraisy, yang banyak pakar ahli bahasa Arabnya memakai gaya bahasa singkat-padat, sedangkan surat Madaniyah ditujukan kepada penduduk Madinah yang heterogen, banyak orang asing yang belum mengenal bahasa Arab, menggunakan ungkapan panjang-lebar agar mudah dipahami.
5.      Mengetengahkan sejarah Nabi dengan cara mengikuti jejak beliau di Mekkah maupun di Madinah, serta sikap-sikap beliau dalam berdakwah yang dapat dijadikan acuan bagi para da’i.
6.      Menjelaskan tugas dan perhatian kaum muslimin terhadap al-quran, sehingga mereka selalu merasa haus akan ilmu Islami.12













KESIMPULAN
Al – Makki dan Al -  Madani berarti suatu ilmu yang membahas tentang tempat dan periode turunnya surah atau ayat Al – Quran, baik di Mekkah atau Madinah. Ayat  yang turun  pada periode Mekkah atau sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah meskipun bukan turun di Mekkah disebut dengan ayat/surah Makkiyah. Sedangkan ayat/surah yang turun pada periode Madinah atau setelah Rasulullah hijrah ke Madinah meskipun bukan turun di Madinah disebut dengan ayat/surah Madaniyyah. Banyak para ulama saling berbeda pendapat mengenai klasifikasi surat – surat Al – Quran, disebabkan karena surat – surat Al – Quran itu terbagi menjadi 4 macam, yakni :
1.      Surat – surat Makkiyah murni
2.      Surat – Surat Madaniyyah murni
3.      Surat – surat Makkiyah yang berisi ayat Madaniyyah
4.      Surat – surat Madaniyah yang berisi ayat makkiyah.
Surah/ayat Makkiyah dan Madaniyyah memiliki ciri – ciri khas masing – masing,sehingga dapat membantu kita untuk membedakannya. Ada banyak manfaat atau faedah apabila mempelajari  Makkiyah dan Madaniyyah diantaranya adalah : mengetahui ayat – ayat yang dinasikh maupun yang menasakhkannya, membantu dalam menafsirkan Al – Quran, mengetahui sejarah pembentukan hukum/sejarah pensyariatan hukum – hukum Islam serta hikmahnya,pemanfaatan terhadap gaya bahasa Al – Quran dalam mengajak kepada jalan Allah SWT,mengetengahkan sejarah nabi dengan cara mengikuti jejak beliau di Mekkah maupun Madinah,menjelaskan tugas dan perhatian kaum muslimin terhadap Al – Quran.





























1. Quthan,Mana’ul.pembahasan ilmu Al – Quran. (Jakarta:Rineka Cipta)1993.hal 62
2. Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulum Al-Quran,Mansyurat Al-‘Ashri Al – Hadis,ttp.,1973,hlm.61-62;
     Subhi Ash-Shalih,Mabahits fi Ulum Al – Quran, Dar Al – Qalam li Al – Malayyin,Bairut,1998,hlm.166.


[i]3.  Badr Al – Din Muhammad bin ‘Abdillah Az – zarkarsyi, Al – Burhan fi Ulum Al-Quran,jilid I,hlm.187;Jalaludin
      As-Suyuthi,Al-Itqon fi ulum Al –Quran,Dar Al-Fikr,Beirut,t.t.,Jilid I,hlm.13-14;Al-Qathan,op.cit.,hlm.61
4. Al-Qaththan,op.cit.,hlm.62
5. Al – Qaththan,loc.cit
6. Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah Al-Quran ( Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005), 106-108.
7. Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah Al-Quran ( Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005), 111-114.
8. Fahd Bin Abdurrahman, Ulumul Quran: Studi Kompleksitas Al-Qur’an ( Yogyakarta: Titian Ilahi, 1999),
    166-167.
9. Abdul Djalal, Ulumul Qur’an (Surabaya: Dunia Imu, 2008), 99-100.
10. Al-Qaththan,op.cit.,hlm.63-64; Al-Zarkasyi,op.cit.,hlm.188.
11. Al-Qaththan,op.cit.,hlm.63-64; Al-Zarkasyi,op.cit.,hlm.188.
12. Abdul Djalal, Ulumul Qur’an (Surabaya: Dunia Imu, 2008), 176-177.
































DAFTAR PUSTAKA
                Marzuki,Kamaludin.1992. Ulum Al-Quran.Bandung: Remaja Rosdakarya Offset
                Anwar, Rosihon.                . Ulum Al – Quran Untuk UIN,STAIN,dan PTAIS.              : Pustaka Setia
                Quthan,Mana’ul.1993. Pembahasan Ilmu Al – Quran.Jakarta:Rineka Cipta
                Adnal Amal,Taufik.2005.Rekontruksi Sejarah Al – Quran.Jakarta: Pustaka Alvabet
                Djalal,Abdul.2008. Ulumul Quran.Surabaya: Dunia Ilmu
               



























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar