Sabtu, 14 Desember 2013

novel pertamaku



Assmu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^

Sedikit Sharing tentang kisah ku dengannya,,
Di angkat dari kisah nyata,,,
Selamat membaca.....

Cinta yang Terlewatkan

Aku Keysha salah satu siswi di sekolah negeri yang cukup populer di kotaku,sebut saja SMA 1 NEGERI. Aku baru saja naik kelas menuju ke kelas XI,, saat itu aku ditempatkan di klas XI IPA3, sungguh ini bukanlah kemauanku, berpisah dengan teman – temanku ketika duduk di kelas X merupakan hal terberat untukku,, isak tangispun menggema di tengah lapangan ketika namaku tidak berada di urutan nama teman – temanku, aku merasa seolah ini tidak adil,,akupun protes kepada salah satu guru yang aku anggap beliau bisa membantuku untuk pindah kelas,, tapi malah beliau menceramahi ku serta menguatkanku, awalnya ku berpikir mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan beliau,ku coba jalani hari – hari dengan teman – teman baru yang sama sekali tidak  satu aliran denganku, mereka adalah sekelompok geng – geng yang modis ,trendi, para atlet sekolah, sedangkan aku jauh dari hal – hal tersebut, aku biasa saja tak ada yang bisa di banggakan pada diri ini, hari demi hari kulewati dengan suasana belajar yang tidak nyaman serta minder,ku berpikir ini tidak mungkin bisa untuk  aku lanjutkan lagi,aku harus berusaha kembali untuk bisa pindah kelas, berbagai cara ku lakukan hingga akhirnya aku dipindahkan juga ke kelas XI IPA2 yang benar – benar itu murni pilihan hatiku, sebab aku lebih merasa nyaman dikelas ini,,sebelum keinginan ini terwujud jauh – jauh hari aku telah bernazar akan berjilbab jika keinginan ini tercapai,, dan ALLAHpun meridhoi niat baikku ini.jelas saja setelah pindah aku langsung menuturkan niat ini kepada Ibuku,, beliaupun mendukung niat baik ini dengan cara langsung membelikanku seragam sekolah baru yang panjang.

Senin pagi, aku dengan wajah yang sumringah bergegas ke sekolah dengan hati yang berbalut suasana bahagia. Tak ku sangka kedatangan ku hari ini ternyata lebih pagi dripada hari – hari sebelumnya, akupun langsung masuk ke klas baru ku yaitu XI IPA2, mataku terperangah melihat seisi kelas yang masih kosong, entah perasaan apa yang sedang merasukiku dikala itu,yang pasti semua bangku kosong itu ku tatap tajam satu persatu serta ada beberapa slogan dan gambar – gambar yang menempel di dinding kelas itu. Setelah menaruhkan tas di salah satu bangku yang letaknya sedikit memojok paling belakang, akupun keluar dan bersandar di pintu kelas sembari menunggu teman – teman yang lainnya datang.
Satu persatu teman – temanku melewatiku yang hanya berdiri diam tanpa kata di pintu kelas,, mereka kaget melihat tampilanku yng berbeda hari ini,, iya berbeda ! sebab hari ini aku berjilbab.,, berbagai pujian kudapati,, sungguh ini kesan pertama yang bagus ketika aku memulai untuk berjilbab. Tak lama kemudian di hadapanku dengan tatapan mata yang tajam seolah menyimpan makna datang 2 orang cowok menghampiriku,,,mereka adalah teman kelas ku yang baru. Teettttttttt.......teeeeeeeeeeeeeettttt.......teeettttt bunyi bel pun berdering ini saatnya turun ke lapangan untuk melakukan aktifitas rutin sekolah yaitu upaca bendera.
 Ketika pelajaran pertama dimulai ternyata aku duduk tidak jauh dari cowok tatapan tajam itu, akupun sedikit mencuri pandang ke arah belakang dengan rasa penasaran siapakah cowok tersebut ?, ia tak banyak bicara identik lebih banyak diam dan cuek,ini bukan penilaianku saja tetapi kebanyakan teman – temanku pun berkata demikian.
Ketika jam istirahat tiba akupun langsung nyamperin sahabatku di kelas sebelah,
“ Key,,, liat dech tu cowok,,, cool bnget “ ujar sahabatku sembari menunjukan jarinya ke arah cowok yang tengah berjalan di lorong – lorong depan kelas.” Mana ? mana ? ikh kamu alay dech cowok itu kamu bilang cool ? biasa aja kali.. emang coolnya dimana coba ? “ sahutku.
Ikh,,, kamu katarak ya ? cowok sekeren dan seganteng itu sama sekali kamu gak tertarik ? sebenarnya lo cewek normal gak sech ? sahabatku ngotot sambil sedikit kesel.
Ya dech ya,, suka – suka loe dech cool,keren,gnteng itu kan relative,,jika dya menurutmu ganteng ya silahkan,,, tapi aku tetap katakan enggak ! sambil sewot.
Huhuhu,,,, OMG loe tawu gak sech key , dya tu anak basket loh,, liat tu tubuhnya yang tinggi, manis,, hidung mancung,, masa loe gak sadar sech ?
Yayyayaya,,, udah gak usah dibahas lagi,,eits,,,,,,,,, jangn – jangan loe naksir ya ma tu cowok ? hayo ngaku ?? ( sambil menatap ingin tahu kearah sahabatku )
Hehehe( terkesima ) jadi malu....
Tu kan ??? huuhhhhhhh,,, ngomong dari tadi kalie,,,  .
Dan hari ini juga ku ketahui bahwa sahabat ku menyukai cowok yang bermata tajam itu, sempat terbesit rasa ingin tahu tentang cowok yang sudah membuat sahabatku itu tergila – gila,,dalam hati ku berkata “ aku harus cari tahu siapa cowok misterius ini ? “. Namun niat itu tak ku landasi dengan usaha untuk mencari tahu siapa dya sebenarnya, aku hanya memperhatikan gerak – gerik nya saja ketika di sekolah. Beberapa bulan berlalu tak banyak ku ketahui tentang nya ,, yang aku tahu hanyalah dia sebagai cowok yang pendiem jarang berbaur sama  temen – temen apalagi temen cewek, tak pernah kudapati dia ngobrol berdua dengan seorang cewek atau lagi deket dengan cewek manapun.

            Sore hari sepulang sekolah akupun mengistirahatkan tubuhku disandaran kursi depan rumah, dengan sedikit menikmati hembusan angin sore yang berasal dari pepohonan disekitar komplek rumahku,sungguh suasana yang sangat menyejukkan sekali. Sekali – sekali kucuba hilangkan semua penat yang ada di benakku karena terlalu lelah dengan aktifitas sekolah serta tugas yang begitu menumpuk hari ini. Tiba -  tiba hp ku yang tadi hanya tergeletak diatas meja disebelahkupun bergetar menandakan bahwa satu via sms telah datang, kubaca sms itu yang isinya menanyakan “ini nomor keysha bukan ?” ,, “ya” balasku. Berawal dari sms itu tak ku sangka sang pengirim sms itu ternyata cowok yang bermata tajam tersebut,sebut saja namanya Uzhumaky biasa dipanggil dengan sebutan maky,perasaan bingung,heran serta tak percayapun melandaku dikala itu. Obrolan pun terus berlanjut dengan berbagai celotehan,basa – basi dan sebagainya.
Sejak hari itu aku mulai dekat dengannya dan mulai sedikit tahu tentangnya.

            Suatu ketika aku, aku sengaja izin sekolah karena harus menghadiri acara keluarga  dirumah saudaraku, tepat pada pukul 14.30 wib yang biasanya ini adalah waktu pulang sekolah di SMA ku,, hp ku pun kembali bergetar ternyata tak lain dan tak bukan sms darinya datang lagi,,ia menanyakan kenapa aku tidak masuk sekolah hari ini ? akupun menjawab sejujurnya, dan lagi – lagi obrolan pun dimulai banyak hal yang kami bahas dalam obrolan sms ini,,tapi herannya aku tak pernah merasa lelah untuk membalas sms darinya dan tak ada sedikit rasa jenuh/pun bosan ketika ngobrol dengannya,,terbesit rasa nyaman dihati.
            Keesokan harinya, akupun datang kerumah sahabatku untuk menceritakan semua hal yang terjadi padaku beberapa hari ini khususnya cerita tentang Uzhumaky ini, sahabatku pun pasti akan senang sekali mendengar cerita tentang uzhumaki yang kubawa ini, jangankan dengar cerita tentangnya dengar namany aja sahabatku yang satu ini sudah klepek – klepek,, ntah lah setan cinta apa yang sedang merasukinya saat ini..

Assmualaikum (sambil ngetok pintu rumahnya yang tertutup rapat)
Wa’alaikumsalam (suara khas yang ku kenal yaitu ibunda dari sahabatku)
Pintupun terbuka dan akupun disambut dengan senyuman hangat dari tanteku yang cantik ini.
Nina nya ada tante ?
Ya ada,, masuk aja key,, tu dia lagi dikamar.
Ok tante,, makasih ( menuju kamar sahabatku yang pintunya memang jarang dikunci)
Nin,,, nina bangun donk... aku datang ni..

Hoammmsss.... ( nina bangun dari tidurnya,dan mencoba membuka 2 buah bola matanya yang sedikit masih lengket )

Ayo... ( menarik tangannya) bangun... cuci muka noh...

Iya iya bawel,,,,

Nina pun beranjak dari tempat tidurnya yang berantakan itu,,sembari menunggu nina mencuci muka akupun merebahkan diri dikasur yang cukup berantakan itu.
Tak lama kemudian nina pun datang dengan wajah yang segar dan tidak ngantuk lagi.

Ada apa sech key ? tiba – tiba datang terus bangunin gw dari mimpi indah gw,,, tau gak sech loe, gw  tu lagi mimpi ketemu pangeran ganteng,,, huuuuuuuhhhhh..

Ya Allah Nin,, siang – siang gini mimpi ketemu pangeran ? pangeran apa tu yang datang di mimpi loe ? pangeran hujan apa pangeran petir ?? hahhahahhahahah ( ketawa sambil ngeledek )

Kamu nyebelin ya ?? ( jengkel ) emang loe gak pernah mimpi – mimpi tidur hanya ala kadar nya aja...( ngebales ngeledek )

Hhahahhahahah,,, viss mbak bro,,, ekh tahu gak gw bawa cerita tentang apa hari ini ?

Apa ?

U-ZhU-Ma-Kye (jawabku)

(Senyum – senyum gak jelas) apa key ? ayo cerita ! loe tahu tentang apa dari dirinya ?

Hemmmm... kasih tahu gak  ya ?? hehehehehhe

Ayoelah key,, (sambil menarik – narik tanganku dengan wajah memelas ) pleasseeee,,,,

Ok..ok dengerin ni ya,,kemarin tu maky sms gw,,
Belum sempat melanjutkan cerita, omonganku telah dipotong oleh Nina

Apa ? maky sms loe ? serius ?

Ekh,,, belum selesai cerita kali loe main motong – motong pembicaraan aja,,Iya beberapa hari ini dya sms gw,, banyak ngobrol juga lewat sms itu.

Qok bisa ? (penasaran)

Ya aku juga gak tahu nin,, tiba – tiba aja dya sms,, aku gak mulai loh,,,, serius !!

Tapi loe gak bilangkan kalau gw suka ma dya ? bisa mati gila gw kalau dya tahu,, turun derajat gw sebagai wanita,,, mau taruh dimana juga ni muka,,(sewot berkepanjangan)

 Ya Ampun Nin,, gak segtunya juga kali,, biasa aja napa ? napa mesti gengsi sech ? kalau suka ya tunjukkin kalau kamu suka,, kalau kamu Cuma diem saja,, Cuma bisa mengagumi dalam kediaman loe yang tiada arti itu apakah dya bakal tahu ? apakah dengan cara ini kamu juga bakal tahu kalau dya juga punya rasa yang sama denganmu ? coba dech pikir !! lagian gw juga gak punya hak kali untuk comblangin loe dengan dya kalau tanpa izin dari loe...

Heemmmmm( menghela napas panjang) iya sech key,, loe benar,, tapi ya mau gimana lagi,, gw gak bisa kayak gitu,, gw gengsi,udahlah biarlah rasa ini kupendem aja dulu.
Dasar !! susah ya ngomong sama kamu,, tar di embat orang baru tahu rasa loe...
Terserah dech,, kalau jodoh juga takkan kemana..
Hahahhaahaha... jodoh ?? kecil – kecil mikirin jodoh,, sekolah dulu nak ....( ngeledek lagi)
Keysha,,,,!!!!! ( sangat jengkel )
Hehhehehehhehehe ( nyengir – nyengir sendiri ).
            Kedekatanku dengan maky hanya sebatas sepulang sekolah saja, itupun lewat hp, tak banyak yang tahu tentang kedekatan kami ini, hanya sahabtku Nina sajalah yang tahu, aku tak tau perasaan apa yang dirasakan oleh Nina ketika tau tentang kedekatan kami ini,, tapi yang ku tau lama – kelamaan Nina sudah jarang menceritakan perihal Maky lagi denganku, bahkan hampir tak pernah, dan akupun tak pernah menanyakan perihal ini. Tak lama kemudian aku tau bahwa Nina telah menjalin kasih dengan salah seorang kakak tingkat, pikirku mungkin dia sudah bisa move on dari perasaan nya ke maky. Aku dan maky memang tak pernah menunjukkan kalau kami mempunyai hubungan yang cukup dekat sebab di sekolah kami tak pernah ngobrol berdua, jalan berdua, bahkan kalau  ketemupun kami seolah – olah seperti dua insan yang tak saling kenal, hal ini jauh berbeda ketika kami memulai obrolan via Hp.
            Beberapa bulan berlalu, hari demi hari kulalui, tak terasa kini akupun sedang menghadapi ujian Mid semester untuk semester ganjil, di hari pertama ujian alhamdulillah aku bisa menjawab soal – soal Mid dengan lancar, akupun tak pernah puas dengan apa yang sudah aku dapati, setiap malam seperti biasa aku selalu membuka buku ku untuk sekedar mengulang – ngulang pelajaran yang pernah kudapati di sekolah, hingga suatu malam ketika aku tengah sibuk membaca. HPku pun bergetar kulihat pada layarnya tertera nama Uzhumaky, ternyata dya nelpon lagi, dengan sedikit malas aku angkat telpon itu.
“ Asslamualaikum ( jawabku )
“wa’alaikumsalam” ( balasnya ) lagi apa  key ? ganggu gak ?
Emmm.... lagi baca buku aja ni maky, gak juga,, tumben nelpon ? ada yang bisa saya bantu ?
Wah , ganggu ni kayaknya, aku Cuma mau bilang,, besok aku mau ketemu ma kamu di taman sekolah,, bisa gak ?
Hahhahahhahaha,,, maky – maky bukannya kita ketemu setiap hari ? ada apa sech ? kenapa mesti di Taman  ?
Ada dech,,, pokoknya aku mau tunjukkin sesuatu ke kamu besok,, bisa ya ? ya ,, ya ,, ya..pleasee.!!!
( Penasaran ) Hmmm.. ya dech..
Maksih key,, aku tunggu sepulang sekolah,,
Ok,,
Tetttt.. tet .. tet,,, ( telponpun terputus begitu saja )
            Keesokan harinya, 15 menit sebelum pulang, ternyata maky lebih dulu mengumpulkan lembaran kertas soal dan jawabannya kepada guru yang mengawasi ujian Mid pada hari ini, akupun tau bahwa sekarang dia pasti sudah menuju taman untuk menungguku, bel pulang pun berbunyi dengan kerasnya, aku segera mengumpulkan lembaran soal dan jawabanku serta bergegas dengan mempercepat langkahku untuk menemui maky yang sedari tadi telah menungguku di taman. Benar sekali ternyta dia telah duduk di bangku taman sambil mengotak atik Hpnya.
“assmualaikum”
“wa’alaikumsalam” ( sambil menatapku penuh makna )
“boleh duduk ?”
“ eh, eh,, boleh key,, silahkan duduk “ ( tampak wajah grogi dari cowok ini, yang selama ini tak pernah kulihat )
( akupun duduk disampingnya dengan kebisuan, berharap dya memulai obrolan )
Selang beberapa menit,, dia tak kunjung juga bicara, akupun mulai bete’ .
Key,,
Ya
Emmm... gmana ya ?
Apanya yang gimana ?
Aku bingung mau mulai darimana ?
( mengerutkan kening ) mulai apa sech maky ? kok kamu grogi gitu ? kamu takut ya ma aku ?
Gak,, enggak kok key,, aku Cuma mau ngomong, sebenarnya...
Sebenarnya apa ?
Aku boleh jujur ?
Iya .. boleh,, apaan sech ? jujur perihal apa ni ?
Perasaan aku ke kamu ..
Maksudnya ?
Iya key,, sebenarnya aku sudah lama memperhatikanmu dan sepertinya aku menyimpan rasa ke kamu,,semenjak pertama aku lihat senyummu di tengah lapangan satu tahun silam, aku merasa ada yang berbeda dari sosokmu. Lama sekali ku pendam perasaan ini,, karena untuk mendekatimu saja aku tak punya keberanian lebih,, hanya saja akhir – akhir ini kucoba patahi ketakutan ku itu,, aku sayang sama kamu key ..
( aku hanya diam seribu bahasa,, sebab bingung dengan apa yang telah ku dengar ini )
Key,,,( dia coba menatap mataku yang  sedari tadi tertunduk saja )
( akupun mulai mengarahkan tatapanku ke wajahnya,, saat itu kulihat matanya yang begitu tajam menatapku penuh harap )
Kamu mau gak jadi pacarku ?
( pikiranku pun tertuju pada sahabatku Nina,, tapi tak mungkin rasanya ku tolak hanya karena alasan Nina juga menyukainya,sebab di sekolah pun orang – orang udah pada tau kalau Nina sudah punya pacar )
Beri aku waktu,,aku blum bisa jawab sekarang.. ( dengan nada pelan )
Kulihat tampak wajah yang sedikit kecewa diraut mukanya, mungkin hari ini dia gagal untuk mendapatkan jawaban yang selama ini dinanti – nanti..
( menghela napas panjang ) huhhhhhhhhhhhh,,, iya dech keys,, aku gak maksa,, apapun keputusanmu aku terima,, 2 minggu lagi dihari yang sama aku tunggu kmu di taman ini sepulang sekolah,, aku berharap kamu beri aku jawaban yang aku harepin..
i.. i.. iya .. iya ( suarakupun mulai terbata – bata, sebab aku tak mampu lagi untuk saling pandang dengannya )
pulang yuk,,,( menarik tanganku )
ayuk ...
             dia hanya mengantarkan ku hingga ke parkiran sekolah saja, setelah itu dia pergi meninggalkanku, karena akupun sudah bergegas menyalakan motorku,, dia hanya bilang “hati – hati dijalan “. Akupun balas dengan senyum.
            Waktu 2 minggu adalah waktu yang sangat singkat untukku mengambil keputusan,akupun terpaksa ceritakan ini ke sahabatku Nina, sebenarnya tak enak hati untuk ceritakan semua ini,, namun mau tak  mau aku harus ceritakan ini,, agar tidak ada perselisihan diantara kami suatu hari nanti. Itu harapku.
Sepulang sekolah akupun bertandang ke kediamannya Nina,,dikamarnya Nina kuceritakan semuanya, ekspresi Nina nampak biasa saja setelah kuceritakan bahwa Maky nyatain cintanya ke aku,, hatiku berfirasat bahwa sepertinya Nina memang sudah tak menyimpan rasa lagi dengan maky, apalgi setelah cerita ku dijawab dengan tawa bahagia sembari berkata “ terima aja lagi key..dya kan ganteng,, tunggu apalgi ? cepetan terima.. kapan coba loe bisa dpet cowok kalau kamu gak terima Maky, ini kesempatan emas key,,banyak cewek – cewek yang lagi ngincer dya,, masa loe lepas gto aja sech ? kalau loe gak terima,, gw gak akan ngomong ke loe lgi . ( jawabnya ).
Akupun bingung sambil menggaruk – garuk kepalaku, skarang kembali tanya hati dan persaan ku,, apa mungkin aku juga sayang dengan maky ? selama aku ngobrol,curhat, meskipun hanya via sms or call,  jujur aku nyaman bercerita dengannya, dya juga asyik,, aku juga sempat mengaguminya satu tahun silam meskipun tak pernah ku katakan ini ke sahabatku.
            Dua minggu telah terlewati,, kini tibalah aku dihari yang sama itu, dimana dihari kamis ini aku pernah bertemu dan ngobrol dengan seorang pria ditaman sekolah.
Tepat sekali, di sore ini pukul 15.00 Wib ternyata sudah ada sesosok pria dengan seragam batik sekolah yang tak asing lagi dimataku,,dia tampak asik membaca sebuah komik “Naruto “.
Asslamualaikum..
Wa’alaikumsalam...( dia mengalihkan pandangannya dari sekumpulan tulisan – tulisan dan gambar di sebuah buku menuju arah suara yang di dengarnya itu ) akhirnya kamu datang juga key, aku kira kamu gak bakalan datang.
( senyum ) aku pasti nepati janji kok maky,, gak usah khawatir,,,hehehehe
Duduk key,(,dya bergeser sedikit ke arah sudut bangku panjang itu )
Akupun duduk bersebelahan dengannya,,sambil memeluk sekumpulan buku mata pelajaran yang cukup tebal.
Gimana udah dapet ilham ?
Ilham ? siapa tu ?
Ituloh,,satpam tetanggaku ( bercanda ) hehhehehehehehe
Ihh,,,,, maky jahat !
Hahhahahaha.. kamu lucu ya kalo lagi manyun gitu,,gak , tadi Cuma becanda doang kok,, gak usah dipikirin buang aja jauh – jauh,,, hehhhehehehe
Sedikit heran dengan tingkahnya yang humoris hari ini,, tak sama seperti waktu ketika dia ungkapin persaannya denganku. Sisi inilah yang membuat aku semakin penasaran dengan sosoknya.
Udah agak usah manyun lagi, sekarang aku minta kamu jujur dan serius, apakah kamu juga punya perasaan yang sama denganku ? dan maukah kamu jadi pacarku ?
Hhhhhhhhhhhhhhh( menghela napas panjang dilanjutkan dengan senyum ) iya,,aku mau.
Ekspresi maky pun berubah menjadi kegirangan saat mendengar jawaban itu,,dia genggam jemariku sambil menatap mataku. “ aku janji bakal menyayangimu dan menjagamu semampuku “ ujarnya. Akupun tak mampu berkutik ketika sorotan mata itu menusuk ke mataku,hanya lukisan senyum yang dapat ku beri.
            Jelang satu hari setelah jadian, akupun mengajukan 1 persayaratan kepada Maky,aku ingin hubungan ini backstreet, sebab aku tak ingin temen – temen tahu dan aku diledekin. Awalnya dia sempat protes dan tidak terima dengan persyaratan ini, tapi setelah ku jelaskan akhirnya dia bisa terima dan ikuti aturan main yang kuberikan. Dua bulan berjalan hubungan kami baik – baik saja, sekolahku pun lancar – lancar saja , dia sama sekali tidak pernah mengganngu waktu belajarku, dia selalu dukung aku dalam hal – hal yang positif.
            Tak terasa sekarang kami pun sudah duduk di kelas XII, tentunya saat – saat ini adalah waktu yang paling menegangkan dan akan diliputi dengan kesibukan – kesibukan tugas sekolah,les – les privat dan lain – lainnya. Semakin hari maky makin menunjukkan kalau dia benar – benar sayang padaku.
            Aku dan maky sering kali membuat tugas sekolah bersama, maky pun semakin sering main kerumah dengan alasan untuk belajar bersama. Seperti biasa hari ini aku sudah janjian dengan maky jika sepulang sekolah nanti akan mengerjakan salah satu tugas sekolah dirumahku,sebagai bentuk cintaku kepada maky akupun sepulang sekolah langsung merapikan rumahku yang amat berantakan, aku akan malu sekali jika dia datang dengan kondisi rumah yang berantakan. Dan tak lupa aku sempatkan waktu untuk memasak kue kesukaannya. Dengan gesit akhirnya semuanya selesai. Akupun sudah mempersiapkan suatu ruangan khusus untuk belajar nanti,telah kusediakan meja kecil, dengan beberapa tumpukan buku dan kertas serta peralatan tulis lainnya yang tersusun rapi diatas meja kecil itu. Akupun duduk didepan meja kecil itu, sembari melihat jam dinding yang terus berputar, hari pun semakin sore, dia tak kunjung datang. Lama sekali aku menunggu, sesekali ku alihkan pandanganku ke arah pintu depan berharap ada sosok yang kudambakan datang.
Kue yang sedari tadi ku hidangkan sudah tak hangat lagi, aku pun kecewa, sedih, dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku hanya menunggu dan menunggu. Beberapa kali ku kirim sms tak kunjung dibalas. Setelah lama menunggu, akhirnya dia membalas sms ku mengatakan bahwa dia tidak bisa datang. Sungguh, hatiku kecewa.Namun kucoba pahami alasannya dan mencoba mengerti. Sejak hari itu, aku sudah tak bisa mempercayainya lagi dengan sepenuh hati.
            Bulan ramadhanpun datang,aku yang saat itu menjabat sebagai ketua kelas, ditunjuk oleh wali kelas untuk menyampaikan KULTUM ketika buka bersama yang akan dilaksanakan minggu depan, sungguh ini suatu penghargaan bagiku. Namun aku tak yakin untuk bisa mengemban tugas ini. Dia yang tahu perihal ini tentu tak tinggal diam, dia support aku agar aku dapat menerima tawaran dari wali kelas.
Aku sempat berpikir bahwa tidak akan datang ke acara buka bersama itu, karena aku belum siap untuk tampil di depan orang banyak. Sore itu dia berjanji akan menjemputku kerumah dan memaksaku untuk ikut ke acara tersebut. Banyak sekali alasan yang kuberi agar dia tidak lagi memaksaku untuk datang, namun dia tetap bersih keras. Akhirnya aku pun luluh dan mau mengikuti acara tersebut. Benar , sore itu dia tepati janjinya untuk menjemputku dengan baju kokoh putih yang membuatnya terlihat lebih tampan. Aku pun pergi bersamanya. Kini aku dan maky tak lagi backstreet seperti dulu, teman – teman sudah mengetahui hubungan kami, dan merekapun ikut berbahagia dengan kabar ini.
Setiap kali pulang sekolah maky selalu saja menungguku di parkiran sekolah, dia benar – benar menjagaku, aku  sering kali luangkan waktu untuk bercanda gurau dengannya di parkiran sekolah ini, dia sosok yang selalu lukiskan senyum di wajahku, dia sosok yang tak bisa terima jika terjadi apa – apa denganku, dia tak pernah membiarkanku untuk pulang sendiri hingga ke gerbang sekolah, dia selalu memboncengiku hingga ke gerbang dan disanalah kami akan terpisah karena rumahku dan rumahnya berbeda arah. Setiap kali sahabatku pulang denganku dia selalu saja menasehati sahabatku agar berhati – hati memboncengiku, ini yang membuat aku semakin cinta dengan sosoknya.
Banyak sekali teman – teman yang iri dengan keharmonisan hubungan kami, bahkan ada yang yang berniat untuk menghancurkan hubungan kami. Suatu ketika maky menceritakan tentang seseorang cewek yang sejak lama telah mengaguminya, cewek ini tak lain adalah teman sekelas kami sendiri, sebut saja namanya Lia. Lia hampir setiap hari sms dengan Maky meskipun terkadang Maky hanya membalas sekedarnya saja atau bahkan cuek. namun hal ini sama sekali tidak membuat Lia gentar untuk berhenti mendekati Maky, aku percaya dengan Maky, dia takkan mengkhianati cintaku, aku hanya mengingatkannya bahwa sekarang dia sudah punya aku.
Yang tak pernah ku lupa, dia selalu saja menjemputku ketika les sore hari berlangsung, terkadang hujan yang disertai oleh petir tak pernah menyurutkan niatnya untuk menjemputku. Terkadang tak tega rasanya melihat bajunya yang sudah basah kuyup sesampainya dirumahku. Banyak sekali hal yang kami lewati bersama, aku pun sempat tak percaya dengan apa yang terjadi dengan kami saat ini, aku masih saja ragu dengan cintanya, dalam benakku selalu saja berpikir bahwa dia hanya mempermainkanku saja, aku juga tidak mengerti pikiran itu datangnya darimana, mungkin karena aku terlalu minder bersamanya, aku merasa tak pantas untuk dicintai oleh sosok yang banyak di kagumi oleh cewek – cewek di sekolah ku ini. Parasnya yang tampan, selalu saja membuatku berkaca pada parasku yang sederhana ini, tak banyak yang bisa dibanggakan dari fisik ini. Akupun tak pernah mengerti mengapa maky bisa mencintaiku ? namun hal ini tak pernah ku utarakan kepada maky, semuanya hanya terpendam dalam jiwaku.
Allahu akbar – allahu akbar – allahu akbar lailahaillallahuwallahuakbar,, suara takbirpun menggema diseluruh Indonesia. Di pagi yang cerah ini semua hati umat islam pun bersuka cita dalam suatu moment yang sama, begitupun aku. Seperti tahun – tahun sebelumnya setiap lebaran idul Fitri aku dan dan teman - temanku selalu menyempatkan waktu untuk bersilaturahim kerumah guru – guru tercinta. Dan specialnya tahun ini aku akan bersilaturahim bersamanya, dia pun mulai berbaur dengan sahabat- sahabatku. Kedua orang tuaku,dan keluargaku. Idul fitri kali ini maky mengajakku untuk bersilaturahim kerumahnya, ini pertama kalinya aku dikenalkan dengan keluarganya.
Assmualaikum, akupun langsung bertemu dengan ibu dan ayah maky yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan kami, aku tak menyangka ternyata selama ini maky banyak cerita tentangku kepada keluarganya. Yang mana maky pacarmu ? tanya ibunya. Maky pun menarik tanganku yang sedari tadi bersembunyi dibelakangnya. Ini loh bu, ( sambil memegang tanganku ) maky memperkenalkanku didepan kedua orang tuanya. Akupun tersipu malu dengan sedikit menganggukkan dagu ku sembari menebar senyum. “ wah maky pinter ya pak milih pacar.. kmu cantik nak “ ujar ibunya memuji. Aku semakin tertunduk dengan pujian itu,sedangkan maky hanya nyengir – nyengir saja. Tangankupun mulai mencubit pinggang maky dari belakang, “ ekh ,, ekh apa sech ? maky kaget . “ kmu nakal ya ? aku malu tau ! (sambil berbisik ). Bu .. bu.. ada yang malu ni bu,, ( dengan kerasnya maky menambah hangat suasana ) sahabat – sahabatku yang ikut dalam suasana tersebut tertawa melihat aku yang salah tingkah.
Hingga tiba pada suatu ketika dimana ibuku sudah tidak mengizinkanku pacaran lagi, entah apa yang dipikirkan oleh ibuku saat itu, dia mulai mengungkapkan ketidaksenangannya kepada maky lagi. Awalnya aku tak ingin mengakhiri hubungan ini, bgitu banyak kisah – kisah indah yang pernah kami ukir berdua. Namun apa daya aku tak mungkin membantah permintaan ibuku ini.
            Di kantin sekolah, aku mengutarakan niat tersebut, “ maky,, sepertinya aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita “ ( sambil berusaha menahan air mata yang sudah berkaca – kaca di bola mataku ) maky pun berhenti melanjutkan makannya. Apa Key ? kamu bercanda kan ? kmu kenapa ? ada masalah ya ? jawabnya.
Gak kok, aku Cuma ingin fokus ujian dulu,, masa depan lebih penting maky.
Gak,, pasti kamu nyembunyiin sesuatu, aku kan gak pernah ganggu aktifitas belajar kamu. Kamu kenapa ? aku salah ? ngomong key .. (pintanya )
Aku pun tak bisa lagi menahan air mataku,dan meninggalkannya begitu saja tanpa berkata apa – apa. Diapun berusaha mengejarku dan menghalang langkahku.

Key,, tolong jelasin,, kita gak ada masalah selama ini,, tapi knapa kamu minta putus ?

Tolong, jangn halangi langkahku.!

Aku akan biarkan kamu pergi setelah kamu jawab pertanyaanku.

Aku gak cinta lagi ma kamu,, aku bosan,, aku minta PUTUs, putus, titik.

Matanya pun mulai berkaca – kaca dan terdiam mendengar jawabanku itu,, dan dengan ikhlasnya dia membiarkan aku melangkah pergi. Sejak hari itu, aku dan maky tak pernah berbicara lagi, berkomunikasi lagi, kita benar – benar kembali ke masa – masa dimana kita belum saling kenal. Namun meskipun begitu dia masih saja mengharapkan ku untuk bisa kembali padanya, setiap pagi selalu kudapati berbagai coretan di atas meja bangkuku, ia mengungkapkan rasa sayang nya melalui coretan – coretan itu. Namun aku sama sekali tak pernah mengubrisnya lagi,, aku benar – benar menjauh. Dia selalu membututiku kemanapun langkahku disekolah itu, setiap kali aku ke kantin selalu saja bibi kantin tak ingin menerima uang yang kuberikan, dia selau bilang,, “udah mbak,, udah dibayar,” kata bibi kantin. siapa bi’ ? tanyaku. Namun sayangnya bibi kantin itu tak pernah mau untuk menyebut nama sosok misterius itu. Aku mulai menyelidiki perihal ini,, dan dugaan ku benar ternyata maky adalah orangnya. Maky tak pernah menyerah untuk mendapatkan cintaku kembali berbagai cara telah ia lakukan, hingga  tiba pada suatu ketika Maky aku tantang untuk mengikuti lomba fashion batik berpasangan dengan teman sekelasku namanya Nidia, awalnya dia menolak karena dia bukannlah tipe cowok yang punya keberanian lebih untuk hal – hal seperti itu. “ jika loe menang , gw akan buka hati untuk loe dan kita balikan “ tantangku. Mendengar perihal itu iapun bersemangat sekali menjawabnya,, “Ok, aku terima tantangan darimu”. Karena masih sayangnya aku dengannya,, akupun tak tinggal diam dalam hal ini, segala sesuatu demi persiapan lomba pun aku bantu, aku pun dipercaya untuk mendandani Nidia secantik mungkin, sembari aku mendandani Nidia dengan telaten, Maky pun yang sudah lama menunggu dengan penampilan yang membuat ku semakin kagum padanya, hari itu dia sangat tampan sekali, sesekali ku curi pandang untuk memperhatikannya. Tak jarang mata kami saling bertemu,, karena saling curi pandang selama aku mendandani Nidia. Sebelum tampil Nidia pun terlihat grogi sekali, seketika itu rasa percaya dirinya memudar, dia sempat lupa style – style yang pernah diajari ketika latihan, ia pun memintaku untuk mempraktekkan kembali style – style itu selang beberapa menit lagi nomor urut mereka dipanggil, dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat pintunya itu, aku pun dengan ikhlas mengajarkan mereka kembali, sempat ada perasaan cemburu ketika melihat dengan mesranya maky menggandeng tanganya dan beradegan mesra di depanku. Namun ku coba sembunyikan rasa itu.
Dan kini tibalah pada waktu yang di tunggu – tunggu nomor urut mereka tlah dipanggil, akupun memegang pundak keduanya,sembari berkata “ sukses ya,, kalian pasti bisa “. Maky pun hanya tersenyum melihatku. Merekapun menguasai panggung dengan baik dengan berbagai adegan mesra di panggung tersebut dan disaksikan oleh para siswa – siswi dan guru – guru. Sayup terdengar celotehan dari belakangku “ gak cemburu jes ? kenapa gak kamu aja di posisi Nidia” Ujar salah satu guruku. Beliau adalah guru mata pelajaran Kimia, yang sangat akrab denganku, jadi tidak heran jika beliau tahu tentang kepribadianku. “eh bapak, gak lha pak,, Keysha kan pendek, gak mungkin menang kalau Keysha yang disana “. Guru ku pun hanya mengangguk – angguk dan melanjutkan menyaksikan perlombaan tersebut.
            Dengan jiwa yang berdebar – debar, bahkan kali ini kurasakan debarannya lebih hebat daripada ketika aku dinyatakan cinta oleh Maky tuk yang pertama kalinya.Aku tak pernah tahu apakah Maky juga mersakan hal yang sama atau bahkan lebih,  sebab kupandang wajahnya datar saja,, inilah dia, dia tak pernah menampakkan ekspresi wajahnya ketika lagi cemas, banyak masalah dan sebagainya.
            Dan.... pengumuman untuk pemenang perlombaan Fashion batik tahun ini adalah....................!! suara tersebut menggema dari tengah – tengah panggung. Juara pertama jatuh kepada pasangan Desi dan Indra dari kelas XI IPA1. Tepuk tangan serta teriakan pun bersorak dari sisi perkumpulan suporter XI IPA1. Dan untuk pemenang kedua jatuh kepada Meli dan Leo perwakilan dari kelas XII IPA3. Hatikupun semakin kecewa serasa tak ada harapan untuk melanjutkan hubungan ini lagi dengannya,pikirku mungkin Tuhan memang tak mengizinkan hubungan ini untuk dilanjutkan, ku  lihat Maky semakin tertunduk, ntah apa yang dirasakannya seketika itu,. Untuk pemenang terakhir jatuh kepada pasangan Dewa dan Sasi perwakilan dari  XII IPS2. Maky pun langsung meninggalkan lapangan begitu saja, mungkin dia kecewa atas kekalahan ini. Aku pun ikut sedih dengan semua yang terjadi,, tanpa bertanya lagi , sejak kejadian itu Maky pun mulai menjauhiku, ia pun tak pernah lagi menayakan perihal perasaanku kepadanya. Bahkan jika bertemu pun kami seolah tak saling kenal lagi, aku sedih dengan keadaan ini, tak mungkin rasanya ku ungkapkan lagi persaanku yang masih sangat mencintainya,, sebab kini dia telah jauh dariku.
            Hari – hari kulalui tanpa kehadirannya lagi, semangatkupun mulai memudar, sikapnya membuatku selalu menyalahi diriku sendiri,, selalu saja penyesalan yang datang dikala aku sedang sendiri. Tak beberapa lama aku pun dekat dengan seorang anak pindahan dari SMA 2 Negeri, kedekatan kami ini sempat diketahui oleh Maky. Maky kerap kali secara tidak sengaja melihat kami yang sedang bercanda gurau, ngobrol berdua, bahkan sharing mengenai tugas sekalipun. Namun ia tak pernah lagi memperdulikanku, ia seolah – olah benar – benar telah melupakan perasaannya padaku. Hingga suatu ketika ku dengar kabar bahwa ia berpacaran dengan Lia, yang selalu mengejar – ngejar cinta maky sedari SMP. Hancur hariku, namun apa daya dia telah menjadi milik orang lain,, dan akupun tahu Lia adalah cewek yang akan mampu membuatnya lebih bahagia karena Lia sangat mencintainya.
            Ujianpun telah usai, dan sekolah kami dinyatakan lulus 100%. Aku pun mulai melangkahkan kaki ku menuju Universitas – Universitas untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru, hingga akhirnya akupun diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan yang aku pilih, dengan berbagai kesibukan ini aku sampai tak pernah ada waktu lagi untuk mencari dimana dan kemana maky sekarang, ia pun seolah – olah hilang begitu saja. Ia benar – benar pergi dari kehidupanku. Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan. Yang ku tahu kini ia sudah bahagia bersama Lia, memang terkadang kita akan temukan bahagia apabila kita bersama orang – orang yang benar – benar tulus mencintai kita. Biarkanlah ini jadi pengalaman cintaku, pelajaran untuk hidupku, dan belajar menjadi sosok yang lebih ikhlas.


Wassalammualaikum Wr Wb.




2 komentar: