Assmu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Sedikit
Sharing tentang kisah ku dengannya,,
Di
angkat dari kisah nyata,,,
Selamat
membaca.....
Cinta yang Terlewatkan
Aku Keysha salah satu siswi di sekolah negeri yang cukup populer di
kotaku,sebut saja SMA 1 NEGERI. Aku baru saja naik kelas menuju ke kelas XI,,
saat itu aku ditempatkan di klas XI IPA3, sungguh ini bukanlah kemauanku,
berpisah dengan teman – temanku ketika duduk di kelas X merupakan hal terberat
untukku,, isak tangispun menggema di tengah lapangan ketika namaku tidak berada
di urutan nama teman – temanku, aku merasa seolah ini tidak adil,,akupun protes
kepada salah satu guru yang aku anggap beliau bisa membantuku untuk pindah
kelas,, tapi malah beliau menceramahi ku serta menguatkanku, awalnya ku
berpikir mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan beliau,ku coba jalani
hari – hari dengan teman – teman baru yang sama sekali tidak satu aliran denganku, mereka adalah
sekelompok geng – geng yang modis ,trendi, para atlet sekolah, sedangkan aku
jauh dari hal – hal tersebut, aku biasa saja tak ada yang bisa di banggakan
pada diri ini, hari demi hari kulewati dengan suasana belajar yang tidak nyaman
serta minder,ku berpikir ini tidak mungkin bisa untuk aku lanjutkan lagi,aku harus berusaha kembali
untuk bisa pindah kelas, berbagai cara ku lakukan hingga akhirnya aku
dipindahkan juga ke kelas XI IPA2 yang benar – benar itu murni pilihan hatiku,
sebab aku lebih merasa nyaman dikelas ini,,sebelum keinginan ini terwujud jauh
– jauh hari aku telah bernazar akan berjilbab jika keinginan ini tercapai,, dan
ALLAHpun meridhoi niat baikku ini.jelas saja setelah pindah aku langsung
menuturkan niat ini kepada Ibuku,, beliaupun mendukung niat baik ini dengan
cara langsung membelikanku seragam sekolah baru yang panjang.
Senin pagi, aku dengan wajah yang sumringah bergegas ke sekolah
dengan hati yang berbalut suasana bahagia. Tak ku sangka kedatangan ku hari ini
ternyata lebih pagi dripada hari – hari sebelumnya, akupun langsung masuk ke
klas baru ku yaitu XI IPA2, mataku terperangah melihat seisi kelas yang masih
kosong, entah perasaan apa yang sedang merasukiku dikala itu,yang pasti semua
bangku kosong itu ku tatap tajam satu persatu serta ada beberapa slogan dan
gambar – gambar yang menempel di dinding kelas itu. Setelah menaruhkan tas di
salah satu bangku yang letaknya sedikit memojok paling belakang, akupun keluar
dan bersandar di pintu kelas sembari menunggu teman – teman yang lainnya
datang.
Satu persatu teman – temanku melewatiku yang hanya berdiri diam
tanpa kata di pintu kelas,, mereka kaget melihat tampilanku yng berbeda hari
ini,, iya berbeda ! sebab hari ini aku berjilbab.,, berbagai pujian kudapati,,
sungguh ini kesan pertama yang bagus ketika aku memulai untuk berjilbab. Tak
lama kemudian di hadapanku dengan tatapan mata yang tajam seolah menyimpan
makna datang 2 orang cowok menghampiriku,,,mereka adalah teman kelas ku yang
baru. Teettttttttt.......teeeeeeeeeeeeeettttt.......teeettttt bunyi bel pun
berdering ini saatnya turun ke lapangan untuk melakukan aktifitas rutin sekolah
yaitu upaca bendera.
Ketika pelajaran pertama
dimulai ternyata aku duduk tidak jauh dari cowok tatapan tajam itu, akupun
sedikit mencuri pandang ke arah belakang dengan rasa penasaran siapakah cowok
tersebut ?, ia tak banyak bicara identik lebih banyak diam dan cuek,ini bukan
penilaianku saja tetapi kebanyakan teman – temanku pun berkata demikian.
Ketika
jam istirahat tiba akupun langsung nyamperin sahabatku di kelas sebelah,
“ Key,,, liat dech tu cowok,,, cool bnget “ ujar sahabatku sembari
menunjukan jarinya ke arah cowok yang tengah berjalan di lorong – lorong depan
kelas.” Mana ? mana ? ikh kamu alay dech cowok itu kamu bilang cool ? biasa aja
kali.. emang coolnya dimana coba ? “ sahutku.
Ikh,,, kamu katarak ya ? cowok sekeren dan seganteng itu sama
sekali kamu gak tertarik ? sebenarnya lo cewek normal gak sech ? sahabatku
ngotot sambil sedikit kesel.
Ya dech ya,, suka – suka loe dech cool,keren,gnteng itu kan
relative,,jika dya menurutmu ganteng ya silahkan,,, tapi aku tetap katakan
enggak ! sambil sewot.
Huhuhu,,,, OMG loe tawu gak sech key , dya tu anak basket loh,,
liat tu tubuhnya yang tinggi, manis,, hidung mancung,, masa loe gak sadar sech
?
Yayyayaya,,, udah gak usah dibahas lagi,,eits,,,,,,,,, jangn –
jangan loe naksir ya ma tu cowok ? hayo ngaku ?? ( sambil menatap ingin tahu
kearah sahabatku )
Hehehe( terkesima ) jadi malu....
Tu kan ??? huuhhhhhhh,,, ngomong dari tadi kalie,,, .
Dan
hari ini juga ku ketahui bahwa sahabat ku menyukai cowok yang bermata tajam
itu, sempat terbesit rasa ingin tahu tentang cowok yang sudah membuat sahabatku
itu tergila – gila,,dalam hati ku berkata “ aku harus cari tahu siapa cowok
misterius ini ? “. Namun niat itu tak ku landasi dengan usaha untuk mencari
tahu siapa dya sebenarnya, aku hanya memperhatikan gerak – gerik nya saja
ketika di sekolah. Beberapa bulan berlalu tak banyak ku ketahui tentang nya ,,
yang aku tahu hanyalah dia sebagai cowok yang pendiem jarang berbaur sama temen – temen apalagi temen cewek, tak pernah
kudapati dia ngobrol berdua dengan seorang cewek atau lagi deket dengan cewek
manapun.
Sore hari sepulang sekolah akupun
mengistirahatkan tubuhku disandaran kursi depan rumah, dengan sedikit menikmati
hembusan angin sore yang berasal dari pepohonan disekitar komplek
rumahku,sungguh suasana yang sangat menyejukkan sekali. Sekali – sekali kucuba hilangkan
semua penat yang ada di benakku karena terlalu lelah dengan aktifitas sekolah
serta tugas yang begitu menumpuk hari ini. Tiba - tiba hp ku yang tadi hanya tergeletak diatas
meja disebelahkupun bergetar menandakan bahwa satu via sms telah datang, kubaca
sms itu yang isinya menanyakan “ini nomor keysha bukan ?” ,, “ya” balasku.
Berawal dari sms itu tak ku sangka sang pengirim sms itu ternyata cowok yang
bermata tajam tersebut,sebut saja namanya Uzhumaky biasa dipanggil dengan
sebutan maky,perasaan bingung,heran serta tak percayapun melandaku dikala itu.
Obrolan pun terus berlanjut dengan berbagai celotehan,basa – basi dan
sebagainya.
Sejak
hari itu aku mulai dekat dengannya dan mulai sedikit tahu tentangnya.
Suatu ketika aku, aku sengaja izin
sekolah karena harus menghadiri acara keluarga
dirumah saudaraku, tepat pada pukul 14.30 wib yang biasanya ini adalah
waktu pulang sekolah di SMA ku,, hp ku pun kembali bergetar ternyata tak lain
dan tak bukan sms darinya datang lagi,,ia menanyakan kenapa aku tidak masuk
sekolah hari ini ? akupun menjawab sejujurnya, dan lagi – lagi obrolan pun
dimulai banyak hal yang kami bahas dalam obrolan sms ini,,tapi herannya aku tak
pernah merasa lelah untuk membalas sms darinya dan tak ada sedikit rasa
jenuh/pun bosan ketika ngobrol dengannya,,terbesit rasa nyaman dihati.
Keesokan harinya, akupun datang
kerumah sahabatku untuk menceritakan semua hal yang terjadi padaku beberapa
hari ini khususnya cerita tentang Uzhumaky ini, sahabatku pun pasti akan senang
sekali mendengar cerita tentang uzhumaki yang kubawa ini, jangankan dengar
cerita tentangnya dengar namany aja sahabatku yang satu ini sudah klepek –
klepek,, ntah lah setan cinta apa yang sedang merasukinya saat ini..
Assmualaikum
(sambil ngetok pintu rumahnya yang tertutup rapat)
Wa’alaikumsalam
(suara khas yang ku kenal yaitu ibunda dari sahabatku)
Pintupun
terbuka dan akupun disambut dengan senyuman hangat dari tanteku yang cantik
ini.
Nina
nya ada tante ?
Ya
ada,, masuk aja key,, tu dia lagi dikamar.
Ok
tante,, makasih ( menuju kamar sahabatku yang pintunya memang jarang dikunci)
Nin,,,
nina bangun donk... aku datang ni..
Hoammmsss....
( nina bangun dari tidurnya,dan mencoba membuka 2 buah bola matanya yang
sedikit masih lengket )
Ayo...
( menarik tangannya) bangun... cuci muka noh...
Iya
iya bawel,,,,
Nina
pun beranjak dari tempat tidurnya yang berantakan itu,,sembari menunggu nina
mencuci muka akupun merebahkan diri dikasur yang cukup berantakan itu.
Tak
lama kemudian nina pun datang dengan wajah yang segar dan tidak ngantuk lagi.
Ada
apa sech key ? tiba – tiba datang terus bangunin gw dari mimpi indah gw,,, tau
gak sech loe, gw tu lagi mimpi ketemu
pangeran ganteng,,, huuuuuuuhhhhh..
Ya
Allah Nin,, siang – siang gini mimpi ketemu pangeran ? pangeran apa tu yang
datang di mimpi loe ? pangeran hujan apa pangeran petir ?? hahhahahhahahah (
ketawa sambil ngeledek )
Kamu
nyebelin ya ?? ( jengkel ) emang loe gak pernah mimpi – mimpi tidur hanya ala
kadar nya aja...( ngebales ngeledek )
Hhahahhahahah,,,
viss mbak bro,,, ekh tahu gak gw bawa cerita tentang apa hari ini ?
Apa
?
U-ZhU-Ma-Kye
(jawabku)
(Senyum
– senyum gak jelas) apa key ? ayo cerita ! loe tahu tentang apa dari dirinya ?
Hemmmm...
kasih tahu gak ya ?? hehehehehhe
Ayoelah
key,, (sambil menarik – narik tanganku dengan wajah memelas ) pleasseeee,,,,
Ok..ok
dengerin ni ya,,kemarin tu maky sms gw,,
Belum
sempat melanjutkan cerita, omonganku telah dipotong oleh Nina
Apa ?
maky sms loe ? serius ?
Ekh,,,
belum selesai cerita kali loe main motong – motong pembicaraan aja,,Iya
beberapa hari ini dya sms gw,, banyak ngobrol juga lewat sms itu.
Qok
bisa ? (penasaran)
Ya
aku juga gak tahu nin,, tiba – tiba aja dya sms,, aku gak mulai loh,,,, serius
!!
Tapi
loe gak bilangkan kalau gw suka ma dya ? bisa mati gila gw kalau dya tahu,,
turun derajat gw sebagai wanita,,, mau taruh dimana juga ni muka,,(sewot
berkepanjangan)
Ya Ampun Nin,, gak segtunya juga kali,, biasa
aja napa ? napa mesti gengsi sech ? kalau suka ya tunjukkin kalau kamu suka,,
kalau kamu Cuma diem saja,, Cuma bisa mengagumi dalam kediaman loe yang tiada
arti itu apakah dya bakal tahu ? apakah dengan cara ini kamu juga bakal tahu
kalau dya juga punya rasa yang sama denganmu ? coba dech pikir !! lagian gw
juga gak punya hak kali untuk comblangin loe dengan dya kalau tanpa izin dari
loe...
Heemmmmm(
menghela napas panjang) iya sech key,, loe benar,, tapi ya mau gimana lagi,, gw
gak bisa kayak gitu,, gw gengsi,udahlah biarlah rasa ini kupendem aja dulu.
Dasar
!! susah ya ngomong sama kamu,, tar di embat orang baru tahu rasa loe...
Terserah
dech,, kalau jodoh juga takkan kemana..
Hahahhaahaha...
jodoh ?? kecil – kecil mikirin jodoh,, sekolah dulu nak ....( ngeledek lagi)
Keysha,,,,!!!!!
( sangat jengkel )
Hehhehehehhehehe
( nyengir – nyengir sendiri ).
Kedekatanku dengan maky hanya
sebatas sepulang sekolah saja, itupun lewat hp, tak banyak yang tahu tentang
kedekatan kami ini, hanya sahabtku Nina sajalah yang tahu, aku tak tau perasaan
apa yang dirasakan oleh Nina ketika tau tentang kedekatan kami ini,, tapi yang
ku tau lama – kelamaan Nina sudah jarang menceritakan perihal Maky lagi denganku,
bahkan hampir tak pernah, dan akupun tak pernah menanyakan perihal ini. Tak
lama kemudian aku tau bahwa Nina telah menjalin kasih dengan salah seorang
kakak tingkat, pikirku mungkin dia sudah bisa move on dari perasaan nya ke
maky. Aku dan maky memang tak pernah menunjukkan kalau kami mempunyai hubungan
yang cukup dekat sebab di sekolah kami tak pernah ngobrol berdua, jalan berdua,
bahkan kalau ketemupun kami seolah –
olah seperti dua insan yang tak saling kenal, hal ini jauh berbeda ketika kami
memulai obrolan via Hp.
Beberapa bulan berlalu, hari demi
hari kulalui, tak terasa kini akupun sedang menghadapi ujian Mid semester untuk
semester ganjil, di hari pertama ujian alhamdulillah aku bisa menjawab soal –
soal Mid dengan lancar, akupun tak pernah puas dengan apa yang sudah aku
dapati, setiap malam seperti biasa aku selalu membuka buku ku untuk sekedar
mengulang – ngulang pelajaran yang pernah kudapati di sekolah, hingga suatu
malam ketika aku tengah sibuk membaca. HPku pun bergetar kulihat pada layarnya
tertera nama Uzhumaky, ternyata dya nelpon lagi, dengan sedikit malas aku
angkat telpon itu.
“ Asslamualaikum ( jawabku )
“ Asslamualaikum ( jawabku )
“wa’alaikumsalam”
( balasnya ) lagi apa key ? ganggu gak ?
Emmm....
lagi baca buku aja ni maky, gak juga,, tumben nelpon ? ada yang bisa saya bantu
?
Wah
, ganggu ni kayaknya, aku Cuma mau bilang,, besok aku mau ketemu ma kamu di
taman sekolah,, bisa gak ?
Hahhahahhahaha,,,
maky – maky bukannya kita ketemu setiap hari ? ada apa sech ? kenapa mesti di
Taman ?
Ada
dech,,, pokoknya aku mau tunjukkin sesuatu ke kamu besok,, bisa ya ? ya ,, ya
,, ya..pleasee.!!!
(
Penasaran ) Hmmm.. ya dech..
Maksih
key,, aku tunggu sepulang sekolah,,
Ok,,
Tetttt..
tet .. tet,,, ( telponpun terputus begitu saja )
Keesokan harinya, 15 menit sebelum
pulang, ternyata maky lebih dulu mengumpulkan lembaran kertas soal dan
jawabannya kepada guru yang mengawasi ujian Mid pada hari ini, akupun tau bahwa
sekarang dia pasti sudah menuju taman untuk menungguku, bel pulang pun berbunyi
dengan kerasnya, aku segera mengumpulkan lembaran soal dan jawabanku serta
bergegas dengan mempercepat langkahku untuk menemui maky yang sedari tadi telah
menungguku di taman. Benar sekali ternyta dia telah duduk di bangku taman
sambil mengotak atik Hpnya.
“assmualaikum”
“wa’alaikumsalam”
( sambil menatapku penuh makna )
“boleh
duduk ?”
“
eh, eh,, boleh key,, silahkan duduk “ ( tampak wajah grogi dari cowok ini, yang
selama ini tak pernah kulihat )
(
akupun duduk disampingnya dengan kebisuan, berharap dya memulai obrolan )
Selang
beberapa menit,, dia tak kunjung juga bicara, akupun mulai bete’ .
Key,,
Ya
Emmm...
gmana ya ?
Apanya
yang gimana ?
Aku
bingung mau mulai darimana ?
(
mengerutkan kening ) mulai apa sech maky ? kok kamu grogi gitu ? kamu takut ya
ma aku ?
Gak,,
enggak kok key,, aku Cuma mau ngomong, sebenarnya...
Sebenarnya
apa ?
Aku
boleh jujur ?
Iya
.. boleh,, apaan sech ? jujur perihal apa ni ?
Perasaan
aku ke kamu ..
Maksudnya
?
Iya
key,, sebenarnya aku sudah lama memperhatikanmu dan sepertinya aku menyimpan
rasa ke kamu,,semenjak pertama aku lihat senyummu di tengah lapangan satu tahun
silam, aku merasa ada yang berbeda dari sosokmu. Lama sekali ku pendam perasaan
ini,, karena untuk mendekatimu saja aku tak punya keberanian lebih,, hanya saja
akhir – akhir ini kucoba patahi ketakutan ku itu,, aku sayang sama kamu key ..
(
aku hanya diam seribu bahasa,, sebab bingung dengan apa yang telah ku dengar
ini )
Key,,,(
dia coba menatap mataku yang sedari tadi
tertunduk saja )
(
akupun mulai mengarahkan tatapanku ke wajahnya,, saat itu kulihat matanya yang
begitu tajam menatapku penuh harap )
Kamu
mau gak jadi pacarku ?
(
pikiranku pun tertuju pada sahabatku Nina,, tapi tak mungkin rasanya ku tolak
hanya karena alasan Nina juga menyukainya,sebab di sekolah pun orang – orang
udah pada tau kalau Nina sudah punya pacar )
Beri
aku waktu,,aku blum bisa jawab sekarang.. ( dengan nada pelan )
Kulihat
tampak wajah yang sedikit kecewa diraut mukanya, mungkin hari ini dia gagal
untuk mendapatkan jawaban yang selama ini dinanti – nanti..
(
menghela napas panjang ) huhhhhhhhhhhhh,,, iya dech keys,, aku gak maksa,,
apapun keputusanmu aku terima,, 2 minggu lagi dihari yang sama aku tunggu kmu
di taman ini sepulang sekolah,, aku berharap kamu beri aku jawaban yang aku
harepin..
i..
i.. iya .. iya ( suarakupun mulai terbata – bata, sebab aku tak mampu lagi
untuk saling pandang dengannya )
pulang
yuk,,,( menarik tanganku )
ayuk
...
dia hanya mengantarkan ku hingga ke parkiran
sekolah saja, setelah itu dia pergi meninggalkanku, karena akupun sudah
bergegas menyalakan motorku,, dia hanya bilang “hati – hati dijalan “. Akupun
balas dengan senyum.
Waktu 2 minggu adalah waktu yang
sangat singkat untukku mengambil keputusan,akupun terpaksa ceritakan ini ke
sahabatku Nina, sebenarnya tak enak hati untuk ceritakan semua ini,, namun mau
tak mau aku harus ceritakan ini,, agar
tidak ada perselisihan diantara kami suatu hari nanti. Itu harapku.
Sepulang sekolah akupun bertandang ke kediamannya Nina,,dikamarnya
Nina kuceritakan semuanya, ekspresi Nina nampak biasa saja setelah kuceritakan
bahwa Maky nyatain cintanya ke aku,, hatiku berfirasat bahwa sepertinya Nina
memang sudah tak menyimpan rasa lagi dengan maky, apalgi setelah cerita ku
dijawab dengan tawa bahagia sembari berkata “ terima aja lagi key..dya kan
ganteng,, tunggu apalgi ? cepetan terima.. kapan coba loe bisa dpet cowok kalau
kamu gak terima Maky, ini kesempatan emas key,,banyak cewek – cewek yang lagi
ngincer dya,, masa loe lepas gto aja sech ? kalau loe gak terima,, gw gak akan
ngomong ke loe lgi . ( jawabnya ).
Akupun
bingung sambil menggaruk – garuk kepalaku, skarang kembali tanya hati dan
persaan ku,, apa mungkin aku juga sayang dengan maky ? selama aku
ngobrol,curhat, meskipun hanya via sms or call, jujur aku nyaman bercerita dengannya, dya juga
asyik,, aku juga sempat mengaguminya satu tahun silam meskipun tak pernah ku
katakan ini ke sahabatku.
Dua minggu telah terlewati,, kini
tibalah aku dihari yang sama itu, dimana dihari kamis ini aku pernah bertemu
dan ngobrol dengan seorang pria ditaman sekolah.
Tepat
sekali, di sore ini pukul 15.00 Wib ternyata sudah ada sesosok pria dengan
seragam batik sekolah yang tak asing lagi dimataku,,dia tampak asik membaca
sebuah komik “Naruto “.
Asslamualaikum..
Wa’alaikumsalam...(
dia mengalihkan pandangannya dari sekumpulan tulisan – tulisan dan gambar di
sebuah buku menuju arah suara yang di dengarnya itu ) akhirnya kamu datang juga
key, aku kira kamu gak bakalan datang.
(
senyum ) aku pasti nepati janji kok maky,, gak usah khawatir,,,hehehehe
Duduk
key,(,dya bergeser sedikit ke arah sudut bangku panjang itu )
Akupun
duduk bersebelahan dengannya,,sambil memeluk sekumpulan buku mata pelajaran
yang cukup tebal.
Gimana
udah dapet ilham ?
Ilham
? siapa tu ?
Ituloh,,satpam
tetanggaku ( bercanda ) hehhehehehehehe
Ihh,,,,,
maky jahat !
Hahhahahaha..
kamu lucu ya kalo lagi manyun gitu,,gak , tadi Cuma becanda doang kok,, gak
usah dipikirin buang aja jauh – jauh,,, hehhhehehehe
Sedikit
heran dengan tingkahnya yang humoris hari ini,, tak sama seperti waktu ketika
dia ungkapin persaannya denganku. Sisi inilah yang membuat aku semakin
penasaran dengan sosoknya.
Udah
agak usah manyun lagi, sekarang aku minta kamu jujur dan serius, apakah kamu
juga punya perasaan yang sama denganku ? dan maukah kamu jadi pacarku ?
Hhhhhhhhhhhhhhh(
menghela napas panjang dilanjutkan dengan senyum ) iya,,aku mau.
Ekspresi
maky pun berubah menjadi kegirangan saat mendengar jawaban itu,,dia genggam
jemariku sambil menatap mataku. “ aku janji bakal menyayangimu dan menjagamu
semampuku “ ujarnya. Akupun tak mampu berkutik ketika sorotan mata itu menusuk
ke mataku,hanya lukisan senyum yang dapat ku beri.
Jelang satu hari setelah jadian,
akupun mengajukan 1 persayaratan kepada Maky,aku ingin hubungan ini backstreet,
sebab aku tak ingin temen – temen tahu dan aku diledekin. Awalnya dia sempat
protes dan tidak terima dengan persyaratan ini, tapi setelah ku jelaskan
akhirnya dia bisa terima dan ikuti aturan main yang kuberikan. Dua bulan
berjalan hubungan kami baik – baik saja, sekolahku pun lancar – lancar saja ,
dia sama sekali tidak pernah mengganngu waktu belajarku, dia selalu dukung aku
dalam hal – hal yang positif.
Tak terasa sekarang kami pun sudah
duduk di kelas XII, tentunya saat – saat ini adalah waktu yang paling
menegangkan dan akan diliputi dengan kesibukan – kesibukan tugas sekolah,les –
les privat dan lain – lainnya. Semakin hari maky makin menunjukkan kalau dia
benar – benar sayang padaku.
Aku dan maky sering kali membuat
tugas sekolah bersama, maky pun semakin sering main kerumah dengan alasan untuk
belajar bersama. Seperti biasa hari ini aku sudah janjian dengan maky jika
sepulang sekolah nanti akan mengerjakan salah satu tugas sekolah
dirumahku,sebagai bentuk cintaku kepada maky akupun sepulang sekolah langsung
merapikan rumahku yang amat berantakan, aku akan malu sekali jika dia datang dengan
kondisi rumah yang berantakan. Dan tak lupa aku sempatkan waktu untuk memasak
kue kesukaannya. Dengan gesit akhirnya semuanya selesai. Akupun sudah
mempersiapkan suatu ruangan khusus untuk belajar nanti,telah kusediakan meja
kecil, dengan beberapa tumpukan buku dan kertas serta peralatan tulis lainnya
yang tersusun rapi diatas meja kecil itu. Akupun duduk didepan meja kecil itu,
sembari melihat jam dinding yang terus berputar, hari pun semakin sore, dia tak
kunjung datang. Lama sekali aku menunggu, sesekali ku alihkan pandanganku ke
arah pintu depan berharap ada sosok yang kudambakan datang.
Kue yang sedari tadi ku hidangkan sudah tak hangat lagi, aku pun
kecewa, sedih, dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku hanya menunggu dan
menunggu. Beberapa kali ku kirim sms tak kunjung dibalas. Setelah lama
menunggu, akhirnya dia membalas sms ku mengatakan bahwa dia tidak bisa datang.
Sungguh, hatiku kecewa.Namun kucoba pahami alasannya dan mencoba mengerti.
Sejak hari itu, aku sudah tak bisa mempercayainya lagi dengan sepenuh hati.
Bulan ramadhanpun datang,aku yang
saat itu menjabat sebagai ketua kelas, ditunjuk oleh wali kelas untuk
menyampaikan KULTUM ketika buka bersama yang akan dilaksanakan minggu depan,
sungguh ini suatu penghargaan bagiku. Namun aku tak yakin untuk bisa mengemban
tugas ini. Dia yang tahu perihal ini tentu tak tinggal diam, dia support aku
agar aku dapat menerima tawaran dari wali kelas.
Aku sempat berpikir bahwa tidak akan datang ke acara buka bersama
itu, karena aku belum siap untuk tampil di depan orang banyak. Sore itu dia
berjanji akan menjemputku kerumah dan memaksaku untuk ikut ke acara tersebut.
Banyak sekali alasan yang kuberi agar dia tidak lagi memaksaku untuk datang,
namun dia tetap bersih keras. Akhirnya aku pun luluh dan mau mengikuti acara
tersebut. Benar , sore itu dia tepati janjinya untuk menjemputku dengan baju
kokoh putih yang membuatnya terlihat lebih tampan. Aku pun pergi bersamanya.
Kini aku dan maky tak lagi backstreet seperti dulu, teman – teman sudah
mengetahui hubungan kami, dan merekapun ikut berbahagia dengan kabar ini.
Setiap kali pulang sekolah maky selalu saja menungguku di parkiran
sekolah, dia benar – benar menjagaku, aku
sering kali luangkan waktu untuk bercanda gurau dengannya di parkiran
sekolah ini, dia sosok yang selalu lukiskan senyum di wajahku, dia sosok yang
tak bisa terima jika terjadi apa – apa denganku, dia tak pernah membiarkanku
untuk pulang sendiri hingga ke gerbang sekolah, dia selalu memboncengiku hingga
ke gerbang dan disanalah kami akan terpisah karena rumahku dan rumahnya berbeda
arah. Setiap kali sahabatku pulang denganku dia selalu saja menasehati
sahabatku agar berhati – hati memboncengiku, ini yang membuat aku semakin cinta
dengan sosoknya.
Banyak sekali teman – teman yang iri dengan keharmonisan hubungan
kami, bahkan ada yang yang berniat untuk menghancurkan hubungan kami. Suatu
ketika maky menceritakan tentang seseorang cewek yang sejak lama telah
mengaguminya, cewek ini tak lain adalah teman sekelas kami sendiri, sebut saja
namanya Lia. Lia hampir setiap hari sms dengan Maky meskipun terkadang Maky
hanya membalas sekedarnya saja atau bahkan cuek. namun hal ini sama sekali
tidak membuat Lia gentar untuk berhenti mendekati Maky, aku percaya dengan
Maky, dia takkan mengkhianati cintaku, aku hanya mengingatkannya bahwa sekarang
dia sudah punya aku.
Yang tak pernah ku lupa, dia selalu saja menjemputku ketika les
sore hari berlangsung, terkadang hujan yang disertai oleh petir tak pernah
menyurutkan niatnya untuk menjemputku. Terkadang tak tega rasanya melihat
bajunya yang sudah basah kuyup sesampainya dirumahku. Banyak sekali hal yang
kami lewati bersama, aku pun sempat tak percaya dengan apa yang terjadi dengan
kami saat ini, aku masih saja ragu dengan cintanya, dalam benakku selalu saja
berpikir bahwa dia hanya mempermainkanku saja, aku juga tidak mengerti pikiran
itu datangnya darimana, mungkin karena aku terlalu minder bersamanya, aku
merasa tak pantas untuk dicintai oleh sosok yang banyak di kagumi oleh cewek –
cewek di sekolah ku ini. Parasnya yang tampan, selalu saja membuatku berkaca
pada parasku yang sederhana ini, tak banyak yang bisa dibanggakan dari fisik
ini. Akupun tak pernah mengerti mengapa maky bisa mencintaiku ? namun hal ini
tak pernah ku utarakan kepada maky, semuanya hanya terpendam dalam jiwaku.
Allahu akbar – allahu akbar – allahu akbar
lailahaillallahuwallahuakbar,, suara takbirpun menggema diseluruh Indonesia. Di
pagi yang cerah ini semua hati umat islam pun bersuka cita dalam suatu moment
yang sama, begitupun aku. Seperti tahun – tahun sebelumnya setiap lebaran idul
Fitri aku dan dan teman - temanku selalu menyempatkan waktu untuk
bersilaturahim kerumah guru – guru tercinta. Dan specialnya tahun ini aku akan
bersilaturahim bersamanya, dia pun mulai berbaur dengan sahabat- sahabatku.
Kedua orang tuaku,dan keluargaku. Idul fitri kali ini maky mengajakku untuk
bersilaturahim kerumahnya, ini pertama kalinya aku dikenalkan dengan
keluarganya.
Assmualaikum, akupun langsung bertemu dengan ibu dan ayah maky yang
sedari tadi sudah menunggu kedatangan kami, aku tak menyangka ternyata selama
ini maky banyak cerita tentangku kepada keluarganya. Yang mana maky pacarmu ?
tanya ibunya. Maky pun menarik tanganku yang sedari tadi bersembunyi
dibelakangnya. Ini loh bu, ( sambil memegang tanganku ) maky memperkenalkanku
didepan kedua orang tuanya. Akupun tersipu malu dengan sedikit menganggukkan
dagu ku sembari menebar senyum. “ wah maky pinter ya pak milih pacar.. kmu
cantik nak “ ujar ibunya memuji. Aku semakin tertunduk dengan pujian
itu,sedangkan maky hanya nyengir – nyengir saja. Tangankupun mulai mencubit
pinggang maky dari belakang, “ ekh ,, ekh apa sech ? maky kaget . “ kmu nakal
ya ? aku malu tau ! (sambil berbisik ). Bu .. bu.. ada yang malu ni bu,, (
dengan kerasnya maky menambah hangat suasana ) sahabat – sahabatku yang ikut
dalam suasana tersebut tertawa melihat aku yang salah tingkah.
Hingga tiba pada suatu ketika dimana ibuku sudah tidak
mengizinkanku pacaran lagi, entah apa yang dipikirkan oleh ibuku saat itu, dia
mulai mengungkapkan ketidaksenangannya kepada maky lagi. Awalnya aku tak ingin
mengakhiri hubungan ini, bgitu banyak kisah – kisah indah yang pernah kami ukir
berdua. Namun apa daya aku tak mungkin membantah permintaan ibuku ini.
Di kantin sekolah, aku mengutarakan
niat tersebut, “ maky,, sepertinya aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan
kita “ ( sambil berusaha menahan air mata yang sudah berkaca – kaca di bola
mataku ) maky pun berhenti melanjutkan makannya. Apa Key ? kamu bercanda kan ?
kmu kenapa ? ada masalah ya ? jawabnya.
Gak
kok, aku Cuma ingin fokus ujian dulu,, masa depan lebih penting maky.
Gak,,
pasti kamu nyembunyiin sesuatu, aku kan gak pernah ganggu aktifitas belajar
kamu. Kamu kenapa ? aku salah ? ngomong key .. (pintanya )
Aku
pun tak bisa lagi menahan air mataku,dan meninggalkannya begitu saja tanpa
berkata apa – apa. Diapun berusaha mengejarku dan menghalang langkahku.
Key,,
tolong jelasin,, kita gak ada masalah selama ini,, tapi knapa kamu minta putus
?
Tolong,
jangn halangi langkahku.!
Aku
akan biarkan kamu pergi setelah kamu jawab pertanyaanku.
Aku
gak cinta lagi ma kamu,, aku bosan,, aku minta PUTUs, putus, titik.
Matanya
pun mulai berkaca – kaca dan terdiam mendengar jawabanku itu,, dan dengan
ikhlasnya dia membiarkan aku melangkah pergi. Sejak hari itu, aku dan maky tak
pernah berbicara lagi, berkomunikasi lagi, kita benar – benar kembali ke masa –
masa dimana kita belum saling kenal. Namun meskipun begitu dia masih saja
mengharapkan ku untuk bisa kembali padanya, setiap pagi selalu kudapati
berbagai coretan di atas meja bangkuku, ia mengungkapkan rasa sayang nya
melalui coretan – coretan itu. Namun aku sama sekali tak pernah mengubrisnya
lagi,, aku benar – benar menjauh. Dia selalu membututiku kemanapun langkahku
disekolah itu, setiap kali aku ke kantin selalu saja bibi kantin tak ingin
menerima uang yang kuberikan, dia selau bilang,, “udah mbak,, udah dibayar,”
kata bibi kantin. siapa bi’ ? tanyaku. Namun sayangnya bibi kantin itu tak
pernah mau untuk menyebut nama sosok misterius itu. Aku mulai menyelidiki perihal
ini,, dan dugaan ku benar ternyata maky adalah orangnya. Maky tak pernah
menyerah untuk mendapatkan cintaku kembali berbagai cara telah ia lakukan,
hingga tiba pada suatu ketika Maky aku
tantang untuk mengikuti lomba fashion batik berpasangan dengan teman sekelasku
namanya Nidia, awalnya dia menolak karena dia bukannlah tipe cowok yang punya
keberanian lebih untuk hal – hal seperti itu. “ jika loe menang , gw akan buka
hati untuk loe dan kita balikan “ tantangku. Mendengar perihal itu iapun
bersemangat sekali menjawabnya,, “Ok, aku terima tantangan darimu”. Karena
masih sayangnya aku dengannya,, akupun tak tinggal diam dalam hal ini, segala
sesuatu demi persiapan lomba pun aku bantu, aku pun dipercaya untuk mendandani
Nidia secantik mungkin, sembari aku mendandani Nidia dengan telaten, Maky pun
yang sudah lama menunggu dengan penampilan yang membuat ku semakin kagum
padanya, hari itu dia sangat tampan sekali, sesekali ku curi pandang untuk
memperhatikannya. Tak jarang mata kami saling bertemu,, karena saling curi
pandang selama aku mendandani Nidia. Sebelum tampil Nidia pun terlihat grogi
sekali, seketika itu rasa percaya dirinya memudar, dia sempat lupa style –
style yang pernah diajari ketika latihan, ia pun memintaku untuk mempraktekkan
kembali style – style itu selang beberapa menit lagi nomor urut mereka
dipanggil, dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat pintunya itu, aku pun
dengan ikhlas mengajarkan mereka kembali, sempat ada perasaan cemburu ketika
melihat dengan mesranya maky menggandeng tanganya dan beradegan mesra di
depanku. Namun ku coba sembunyikan rasa itu.
Dan kini tibalah pada waktu yang di tunggu – tunggu nomor urut
mereka tlah dipanggil, akupun memegang pundak keduanya,sembari berkata “ sukses
ya,, kalian pasti bisa “. Maky pun hanya tersenyum melihatku. Merekapun
menguasai panggung dengan baik dengan berbagai adegan mesra di panggung
tersebut dan disaksikan oleh para siswa – siswi dan guru – guru. Sayup
terdengar celotehan dari belakangku “ gak cemburu jes ? kenapa gak kamu aja di
posisi Nidia” Ujar salah satu guruku. Beliau adalah guru mata pelajaran Kimia,
yang sangat akrab denganku, jadi tidak heran jika beliau tahu tentang
kepribadianku. “eh bapak, gak lha pak,, Keysha kan pendek, gak mungkin menang
kalau Keysha yang disana “. Guru ku pun hanya mengangguk – angguk dan
melanjutkan menyaksikan perlombaan tersebut.
Dengan jiwa yang berdebar – debar,
bahkan kali ini kurasakan debarannya lebih hebat daripada ketika aku dinyatakan
cinta oleh Maky tuk yang pertama kalinya.Aku tak pernah tahu apakah Maky juga
mersakan hal yang sama atau bahkan lebih,
sebab kupandang wajahnya datar saja,, inilah dia, dia tak pernah
menampakkan ekspresi wajahnya ketika lagi cemas, banyak masalah dan sebagainya.
Dan.... pengumuman untuk pemenang
perlombaan Fashion batik tahun ini adalah....................!! suara tersebut
menggema dari tengah – tengah panggung. Juara pertama jatuh kepada pasangan
Desi dan Indra dari kelas XI IPA1. Tepuk tangan serta teriakan pun bersorak
dari sisi perkumpulan suporter XI IPA1. Dan untuk pemenang kedua jatuh kepada
Meli dan Leo perwakilan dari kelas XII IPA3. Hatikupun semakin kecewa serasa
tak ada harapan untuk melanjutkan hubungan ini lagi dengannya,pikirku mungkin
Tuhan memang tak mengizinkan hubungan ini untuk dilanjutkan, ku lihat Maky semakin tertunduk, ntah apa yang
dirasakannya seketika itu,. Untuk pemenang terakhir jatuh kepada pasangan Dewa
dan Sasi perwakilan dari XII IPS2. Maky
pun langsung meninggalkan lapangan begitu saja, mungkin dia kecewa atas
kekalahan ini. Aku pun ikut sedih dengan semua yang terjadi,, tanpa bertanya
lagi , sejak kejadian itu Maky pun mulai menjauhiku, ia pun tak pernah lagi
menayakan perihal perasaanku kepadanya. Bahkan jika bertemu pun kami seolah tak
saling kenal lagi, aku sedih dengan keadaan ini, tak mungkin rasanya ku
ungkapkan lagi persaanku yang masih sangat mencintainya,, sebab kini dia telah
jauh dariku.
Hari – hari kulalui tanpa
kehadirannya lagi, semangatkupun mulai memudar, sikapnya membuatku selalu
menyalahi diriku sendiri,, selalu saja penyesalan yang datang dikala aku sedang
sendiri. Tak beberapa lama aku pun dekat dengan seorang anak pindahan dari SMA
2 Negeri, kedekatan kami ini sempat diketahui oleh Maky. Maky kerap kali secara
tidak sengaja melihat kami yang sedang bercanda gurau, ngobrol berdua, bahkan
sharing mengenai tugas sekalipun. Namun ia tak pernah lagi memperdulikanku, ia
seolah – olah benar – benar telah melupakan perasaannya padaku. Hingga suatu
ketika ku dengar kabar bahwa ia berpacaran dengan Lia, yang selalu mengejar –
ngejar cinta maky sedari SMP. Hancur hariku, namun apa daya dia telah menjadi
milik orang lain,, dan akupun tahu Lia adalah cewek yang akan mampu membuatnya
lebih bahagia karena Lia sangat mencintainya.
Ujianpun telah usai, dan sekolah
kami dinyatakan lulus 100%. Aku pun mulai melangkahkan kaki ku menuju
Universitas – Universitas untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru,
hingga akhirnya akupun diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri dengan
jurusan yang aku pilih, dengan berbagai kesibukan ini aku sampai tak pernah ada
waktu lagi untuk mencari dimana dan kemana maky sekarang, ia pun seolah – olah hilang
begitu saja. Ia benar – benar pergi dari kehidupanku. Penyesalan hanyalah
tinggal penyesalan. Yang ku tahu kini ia sudah bahagia bersama Lia, memang
terkadang kita akan temukan bahagia apabila kita bersama orang – orang yang
benar – benar tulus mencintai kita. Biarkanlah ini jadi pengalaman cintaku,
pelajaran untuk hidupku, dan belajar menjadi sosok yang lebih ikhlas.
Wassalammualaikum
Wr Wb.
ending'y kurang seruuu..hehehe
BalasHapustpi bgus kokk..
lanjutkannn...
Jdi terharu maky bu
BalasHapus